Ketapang – Tim Pencarian dan Pertolongan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Ketapang mengevakuasi belasan warga korban kapal mati mesin di perairan Kuala Pendek, Ketapang, Kalimantan Barat. Minggu (27/02/22).
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Ketapang Letkol Laut (P) Abdul Rajab menyebutkan kapal yang ditumpangi 12 orang penumpang dengan dua orang awak kapal mengalami musibah dalam pelayaran dari Pulau Padang Karimata menuju Ketapang.
KNPI Riau Fokus Memperjuangkan Hak dan Kepentingan Masyarakat
Danlanal menjelaskan Kapal dengan nama Lintang Geranggali jenis kapal nelayan pada Minggu pagi (27/2) berangkat membawa orang sakit dari Desa Padang, Pulau Karimata menuju Ketapang dalam kondisi mesin baik dan cuaca bagus.
“Sekitar pukul 15.00 WIB, kapal mengalami mati mesin total karena terjadi _trouble_ patah _crankshaft_ mesin” jelas Danlanal.
“Beruntung salah satu penumpang Yusup berhasil menghubungi keluarga yang ada di Ketapang Baharudin menginfokan kapal mengalami mati mesin total di Perairan Kuala Pendek” lanjutnya
Warga Baharudin selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Ketapang yang diteruskan ke Lanal Ketapang tentang adanya kapal mati mesin dan mengangkut penumpang dalam kondisi sakit keras.
Pukul 19.00 Tim Sar Gabungan (Pos TNI AL Delta Pawan, Kantor SAR dan Pos Polairud Ketapang) menuju lokasi menggunakan RHIB Basarnas yang tiba di lokasi satu jam berikutnya lantas langsung melaksanakan evakuasi terhadap semua awak dan penumpang.
Berikan Pelayanan Kesehatan, Satgas Yonif 126/KC Obati Anak di Perbatasan Papua
Seluruh Tim SAR dan penumpang tiba di Dermaga SAR Ketapang dalam keadaan selamat, Tim Medis Lanal Ketapang langsung memberikan pertolongan pertama kepada warga yang sakit atas nama Basyir serta mengevakuasinya dengan menggunakan Ambulance Lanal Ketapang menuju RSUD Agoesdjam Ketapang.
Terpisah, Panglima Komando Armada I Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah mengapresiasi kesigapan prajurit di jajarannya yang selalu hadir dan memberikan manfaat kepada masyarakat khusunya pengguna laut.
“Tentu kita turut prihatin atas musibah yang menimpa saudara kita di Ketapang, namun kita juga bersyukur tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.” ungkap Pangkoarmada I.
Lebih lanjut Laksda TNI Arsyad Abdullah menegaskan bahwa kesiapan Prajurit Koarmada I dan jajarannya selain dalam rangka penegakkan kedaulatan dan hukum di laut juga untuk menjamin keselamatan dan keamanan para pengguna laut termasuk kegiatan SAR seperti ini.
“Upaya penyelamatan ini sebagai implementasi pelaksanaan perintah pimpinan TNI AL, Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Yudo Margono yang selalu menekankan kepada jajaran TNI AL agar memanfaatkan dan melibatkan segala potensi yang dimiliki baik personel maupun alutsista untuk kegiatan-kegiatan kemanusiaan seperti penanggulangan bencana dan SAR,” pungkas Pangkoarmada I


1 Komentar
Anggaran Dinas PUPR Muaro Jambi berkurang
Jambi.Kondisi keuangan pemerintah Kabupaten Muaro Jambi belum maksimal.
Hal itu bisa dilihat dari minimnya anggaran yang dimiliki oleh Dinas PUPR Kabupaten Muaro Jambi.
Untuk tahun ini, dinas PUPR hanya kebagian Rp 197 miliar. Anggaran ini di duga sangat jauh menurun dibandingkan dengan tahun 2021
Pada 2021 lalu, dinas PUPR Kabupaten Muaro Jambi kebagian dana APBD sebesar Rp 230 miliar. Artinya ada pengurangan sekitar Rp 33 miliar. Hal itu dibenarkan oleh Sekretaris Dinas (Sekdin) PUPR Kabupaten Muaro Jambi, Ikhsan.
“Untuk tahun ini, memang anggaran di Dinas PUPR terjadi penurunan yang cukup signifikan, atau terjadi penurunan sebesar Rp 33 Milliar,” ungkap Sekdis PUPR muaro jambi.
Dengan anggaran yang tersedia tersebut, Ikhsan, mengatakan ,,nantinya hanya bisa digunakan untuk pembangunan jalan kabupaten sepanjang 9 Kilometer saja, kemudian untuk peningkatan jalan, hanya bisa tertangani 5,8 kilometer dan rehab jalan, hanya bisa tertangani sepanjang 17,4 kilometer.
“Selain dari pada itu untuk penangan jalan, juga ada pembangunan Box Culvert sebanyak 17 unit, pembangunan jembatan tiga unit dan rehab jembatan sebanyak nya
(syargawi,)
Komentar ditutup.