Jakarta – TNI terus mengintensifkan operasi kemanusiaan dalam menangani dampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah, menyampaikan dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (5/12/2025), bahwa total personel yang dikerahkan mencapai 30.864 prajurit dengan dukungan 70 unit alutsista: 18 pesawat angkut, 36 helikopter, 16 kapal (14 KRI dan 2 ADRI).
Distribusi bantuan kemanusiaan dipercepat melalui udara dan laut, dengan rincian:
-
Bantuan udara dari Lanud Halim: 271,39 ton, ditambah airdrop 26,22 ton
-
Bantuan laut: 968 ton
Total bantuan logistik: 1.265,61 ton
Di bidang infrastruktur, TNI membangun jembatan Bailey di sejumlah titik terdampak:
-
Aceh: 6 unit, termasuk 2 di Bireuen dan 4 lainnya dalam pembangunan
-
Sumatera Barat: 8 titik
-
Sumatera Utara: 4 titik
TNI juga mengoperasikan 21 dapur umum dan dapur lapangan, serta 9 unit mobil RO untuk suplai air bersih di pengungsian dan daerah terdampak. Upaya pemulihan layanan kesehatan di Aceh Tamiang juga dilakukan, termasuk membersihkan akses ke rumah sakit yang tertutup banjir.
Kapuspen TNI menegaskan komitmen TNI: “Negara hadir, TNI hadir, untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.”


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.